RSPO dapat dikategorikan sebagai pelopor sustainable palm oil di dunia. Terlepas dari banyaknya kontroversial dari persepsi masing-masing stakeholeder, kehadiran RSPO sudah memberikan satu fondasi untuk keberlanjutan kelapa sawit di dunia.
Setelah "keberhasilan" RSPO, saat ini kembali mencul berbagai sertifikasi produk kelapa sawit seperti ISCC (International Sustainable Carbon Certification).
Apa perbedaan RSPO & ISCC
Letak perbedaannya adalah:
RSPO sertifikasi CPO dikhususkan untuk produk makanan.
ISCC sertifikasi CPO dikhususkan untuk energy.
Selasa, 09 September 2014
Rabu, 03 Juli 2013
Gayo Berduka
Ya Allah,,berikanlah ketabahan dan kekuatan
bagi saudara-saudara ku yang ada di Tanah Gayo tercinta
Semoga cobaan ini adalah awal dari kenikmatan
yang Engkau berikan kepada saudara-saudara ku.
Tanah Gayo tanah harapan
Tanah Gayo harus tegar,
tanah gayo harus makmur
tanah gayo harus tetap menjadi bumi diatas awan
yang selalu sangat indah
Amin ya Allah.
Kamis, 06 Juni 2013
"Raw Food Diet": Bukan Sekadar Salad
KOMPAS.com - Belakangan ini raw food diet
makin bergaung di Indonesia. Di Bali bahkan sudah ada komunitasnya
sendiri, dengan beberapa restoran yang khusus menyediakan menu raw food.
Diet tersebut makin populer berkat deretan selebriti Hollywood yang
menjalaninya, mulai Uma Thurman, Natalie Portman, Alicia Silverstone,
Cher, Lisa Bonet, Sting, sampai Jason Mraz. Selain menurunkan berat
badan, kabarnya juga dapat menangkal penyakit degeneratif, seperti
kanker dan mencegah penuaan dini. Mau tahu lebih banyak seputar diet
ini?
Enzim yang hidup
Raw food diet berawal dari teori seorang ahli biokimia asal Finlandia, Artturi Virtanen. Ia menemukan, ketika kita mengunyah makanan yang tidak dimasak, enzim dalam makanan tersebut akan dilepaskan di mulut. Bagaikan kunci dan lubang pintu, enzim tersebut akan saling melengkapi dengan enzim yang diproduksi tubuh manusia untuk mencerna makanan.
Raw food diet berawal dari teori seorang ahli biokimia asal Finlandia, Artturi Virtanen. Ia menemukan, ketika kita mengunyah makanan yang tidak dimasak, enzim dalam makanan tersebut akan dilepaskan di mulut. Bagaikan kunci dan lubang pintu, enzim tersebut akan saling melengkapi dengan enzim yang diproduksi tubuh manusia untuk mencerna makanan.
Itulah sebabnya, raw food diet
mengharamkan mengolah makanan dengan pemanasan di atas 46 derajat
Celcius, karena akan melenyapkan enzim makanan. Bahkan dalam tingkat
tertentu, makanan yang dimasak dapat membahayakan tubuh. Hal tersebut
dipaparkan oleh Arthur M. Baker, MA, MHE, dalam buku Awakening Our Self-Healing Body.
Baker
menyatakan, lewat pemanasan berlebihan, terciptalah beragam senyawa
asing dalam makanan yang tidak dapat dicerna dengan sempurna oleh tubuh.
Pengolahan makanan modern tidak hanya melenyapkan agen-agen antikanker,
tetapi juga membentuk zat kimia yang berpotensi menimbulkan kanker itu
sendiri.
Pilih produk organik
Jika Anda mulai tertarik mengikuti gaya hidup ini, ada tiga kelompok yang bisa dipilih. Aliran raw veganism hanya makan sayur, buah, dan kacang-kacangan mentah. Sementara, raw vegetarianism tetap mengonsumsi susu dan telur mentah. Terakhir, raw animal food diet memasukkan daging mentah dan produk turunan hewani lainnya ke dalam diet mereka.
Jika Anda mulai tertarik mengikuti gaya hidup ini, ada tiga kelompok yang bisa dipilih. Aliran raw veganism hanya makan sayur, buah, dan kacang-kacangan mentah. Sementara, raw vegetarianism tetap mengonsumsi susu dan telur mentah. Terakhir, raw animal food diet memasukkan daging mentah dan produk turunan hewani lainnya ke dalam diet mereka.
Namun, dengan adanya kontroversi bakteri berbahaya pada daging dan telur mentah, jumlah penganut raw veganism atau biasa juga disebut raw foodist jauh lebih banyak, ketimbang dua aliran lainnya.
"Kalau hanya makan gado-gado dan karedok tiap hari dan sudah menyebut diri sebagai raw foodist, itu salah kaprah namanya. Setiap hari hanya makan sayur dan buah mentah, kita bisa kekurangan gizi, bahkan pingsan. Raw foodist
harus memenuhi kebutuhan multivitamin dari berbagai jenis makanan.
Vitamin B12 dalam kacang almond, misalnya," tandas dr Riani Susanto, ND,
CT, ahli naturopati yang pernah mengikuti raw food camp di Amerika
Lalu,
bagaimana dengan risiko menelan pestisida yang menempel pada sayur,
buah, dan kacang-kacangan mentah? "Bisa dikurangi sampai 70 persen
dengan memakai cuka apel organik, saat terakhir mencuci sayur. Sebaiknya
kita memang memilih produk organik. Meskipun harganya lebih mahal, tapi
ini investasi jangka panjang. Coba bandingkan biayanya, jika kita harus
masuk rumah sakit, karena kanker atau hipertensi. Kalau kita bisa
sering berganti-ganti ponsel mahal, kenapa susah sekali mengeluarkan
dana lebih untuk kesehatan diri sendiri?" Riani menambahkan
Lakukan tes awal
Menurutnya, kunci sukses menjalankan diet raw food adalah tekad kuat, pemahaman menyeluruh, dan eksplorasi berbagai jenis makanan.
Menurutnya, kunci sukses menjalankan diet raw food adalah tekad kuat, pemahaman menyeluruh, dan eksplorasi berbagai jenis makanan.
Ia
berkata, "Sebelum melakukan diet ini, tentukan dulu tujuannya. Apakah
kita hanya ingin menurunkan berat badan secara instan, atau agar hidup
lebih sehat? Raw foodist sejati tidak mungkin tergiur saat melihat cheese cake atau langsung berhenti diet, karena dianggap aneh oleh teman-temannya."
Sebelum
benar-benar berkomitmen menjalankannya, ia menganjurkan agar kita
melakukan tes awal terhadap diri sendiri. "Coba dalam seminggu, 3 atau 4
hari hanya makan salad, menghindari roti dan makanan dari gluten
sepanjang hari. Kalau Anda bisa tahan sampai beberapa bulan, artinya
siap menjadi raw foodist. Sebaiknya, sebelum memulainya
berkonsultasilah terlebih dahulu dengan ahli kesehatan yang memahami
riwayat kesehatan Anda dan konsep diet ini. Lalu, Anda pun harus
menjalankannya dengan hati senang," ujar Riani.
Banyak jalan menuju hidup sehat, dan raw food diet hanyalah salah satu di antaranya. Kini terserah Anda, manakah yang sebaiknya dipilih?
Apa Hukum Menghisap dan Menjual Rokok ?
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh,
Ustadz, bolehkan kita menghisap dan menjual rokok? Apa hukumnya menurut Islam?
JAWABAN:
Wa’alaikumus salam warohmatullahi wabarokaatuhuu .
Alhamdulillah washolaatu wassalaamu ‘alaa rosulillah wa ‘alaa aalihi wa shohbihi wa ba’du:
Akhi fillah, fenomena rokok merupakan ujian yang sangat berat bagi seluruh penduduk dunia karena begitu banyak belanja yang dikeluarkan untuk memeranginya, namun sangat sulit untuk menguranginya apalagi untuk menghilangkannya.
Akhi fillah, fenomena rokok merupakan ujian yang sangat berat bagi seluruh penduduk dunia karena begitu banyak belanja yang dikeluarkan untuk memeranginya, namun sangat sulit untuk menguranginya apalagi untuk menghilangkannya.
Ada dua hal yang berkaitan dengan pertanyaan diatas, hukum rokok dan menjualnya.
InsyaAllah kita akan menjawab hukum rokok terlebih dahulu.
Memang tidak ada dalil khusus dari Al-Quran maupun Sunah yang menunjukkan haramnya rokok, karena rokok belum dikenal di zaman Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam, para sahabat, maupun zaman tabi’in. karena rokok baru dikenal didunia islam sekitar abad sepuluh hijriyah melalui barat. Meskipun tidak ada dalil khusus, kita tidak boleh tergesa-gesa menganggapnya halal atau haram berdasarkan kaidah: “ hukum asal dari setiap sesuatu itu boleh ” , karena kaidah ini berlaku apabila hal tersebut tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah dan tujuan syariah.
Hukum Rokok:
Memang tidak ada dalil khusus dari Al-Quran maupun Sunah yang menunjukkan haramnya rokok, karena rokok belum dikenal di zaman Rasulullah shallawahu ‘alaihi wasallam, para sahabat, maupun zaman tabi’in. karena rokok baru dikenal didunia islam sekitar abad sepuluh hijriyah melalui barat. Meskipun tidak ada dalil khusus, kita tidak boleh tergesa-gesa menganggapnya halal atau haram berdasarkan kaidah: “ hukum asal dari setiap sesuatu itu boleh ” , karena kaidah ini berlaku apabila hal tersebut tidak bertentangan dengan kaidah-kaidah dan tujuan syariah.
Ketika kemunculannya para ulama berbeda pendapat mengenai hukum rokok, sebagian besar mengharamkan, sebagian lagi memakruhkan, dan sebagiannya menghalalkan dan tawaqquf. Mereka yang membolehkan rokok ketika itu lebih melihat kepada orangnya ketimbang rokoknya, mereka kurang memahami bahwa rokok dapat membahayakan kesehatan tapi menganggapnya hanya seperti minuman atau makanan yang dikonsumsi.
Diantara ulama yang mengharamkan adalah Syeikh Umar bin Abdur Rohman Al-Husaini Asy-Syafi’ie demikian pula Syeikh Muhammad Fathullah bin Ali Al-Maghribi, Muhammad bin Shiddiq Az-Zubaidi Al-Hanafi, dan Syeikh ‘Amir Asy-Syafi’ie dimana beliau berkata :
الدخان المشهور إن أضر في عقل أو بدن فهو حرام، وضرره بين يشهد به الحس وما قرره الأطباء في الدخان بأنواعه
( rokok yang kita kenal jika membahayakan akal atau badan maka haram hukumnya, dan bahayanya sudah jelas disaksikan oleh kita dan di tetapkan para dokter mengenai rokok dengan segala jenisnya).
Bahkan Asyaron Bilali berpendapat bahwa rokok haram karena tidak mengandung unsur gizi maupun obat, dan dilarang menjualnya dan menghisapnya karena termasuk khabaits ( benda-benda yang menjijikkan).
Ini benar, karena keharaman rokok bisa didasari dengan beberapa dalil.
Pertama : dari sisi penelitian kedokteran membuktikan bahwa rokok dapat menyebabkan bermacam-macam penyakit berbahaya seperti jantung, ginjal, kanker dan sebagainya, apalagi kalau dikonsusmsi oleh wanita hamil, maka lebih beresiko menyebabkan keguguran, walhasil seluruh dokter sepakat kalau rokok membahayakan kesehatan.
Kedua : agama Islam memerintahkan kita untuk menjaga harta benda dengan baik, rokok bertentangan dengan perintah itu, karena termasuk membuang harta, apalagi kalau sampai kecanduan, belum lagi biaya yang dikeluarkan untuk mengobati penyakit-penyakit akibat rokok kalau dibandingkan pendapatan dari rokok maka jauh lebih besar.
قوله سبحانه: (وكلوا وا شربوا ولا تسرفوا ) الأعراف 31.
31. Hai anak Adam, pakailah pakaianmu yang
indah di Setiap (memasuki) mesjid[534], Makan dan minumlah, dan
janganlah berlebih-lebihan[535]. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan.
[ Al-A'raf : 31]
Apabila larangan ini pada hal-hal yang mubah dan baik, maka apalagi kalau berkaitan dengan makanan atau minuman yang buruk dan membahayakan?
[ Al-A'raf : 31]
Apabila larangan ini pada hal-hal yang mubah dan baik, maka apalagi kalau berkaitan dengan makanan atau minuman yang buruk dan membahayakan?
* قوله صلّى الله عليه وسلم :" إن الله كره لكم ثلاث قيل وقال ، وكثرة السؤال ، وإضاعة المال "
Artinya : Rasulullah shallawahu 'alaihi
wasallam bersabda : " sesungguhnya Allah membenci tiga perkara atas
kalian : mengatakan " katanya" , banyak bertanya, dan membuang harta "
Dan merokok termasuk membuang-buang harta tanpa faedah, dan termasuk hal yang mubadzir dan isrif yang dilarang dalam agama.
Dan merokok termasuk membuang-buang harta tanpa faedah, dan termasuk hal yang mubadzir dan isrif yang dilarang dalam agama.
قال صلّى الله عليه وسلم " لا تزول قدما عبد يوم القيامة حتى يسأل عن عمره فيما أفناه وعن
علمه ما فعل به وعن ماله من أين اكتسبه وفيما أنفقه وعن جسمه فيما أبلاه " ( الترمذي 2417، والدارمي 537)
Artinya : Rasulullah shallawahu 'alaihi
wasallam bersabda : " tidak akan berpindah kaki seorang hamba hari
kiamat sampai ditanya tentang umurnya untuk apa dia habiskan, tentang
ilmu apa yang dilakukan dengannya, tentang hartanya dari mana dia
dapatkan dan kemana dia belanjakan, dan tentang badannya untuk apa dia
habiskan "
Ketiga : ada beberapa kaidah-kaidah umum yang dapat diterapkan pada keharaman rokok.
1- Allah menceritakan tentang NabiNya dalam firmanNya :
Ketiga : ada beberapa kaidah-kaidah umum yang dapat diterapkan pada keharaman rokok.
1- Allah menceritakan tentang NabiNya dalam firmanNya :
{... يأمرهم بالمعروف وينهاهم عن المنكر ويحل لهم الطيبات ويحرم عليهم الخبائث..} [الأعراف 157 ]
Artinya : “ Beliau memerintahkan mereka
yang baik dan melarang dari yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka
yang baik-baik dan mengharamkan atas mereka yang buruk-buruk “ (
Al-A’raf: 157).
Cukuplah Allah mengharamkan sesuatu yang buruk atau berbahaya, sehingga bisa dimasukkan kedalamnya semua makanan atau minuman yang buruk dan berbahaya, sehingga ulama sepakat haramnya ganja dan semacamnya karena termasuk narkoba yang berbahaya.
Begitu juga termasuk rokok karena keburukan dan bahayanya, seandainya kita bertanya kepada seseorang tentang rokok : apakah bagus atau tidak ? maka dia akan menjawab bahwa rokok tidak bagus kecuali kalau berdasarkan hawa nafsu mereka menganggapnya baik, bermanfaat, kalau tidak merokok tidak bisa beraktifitas dengan baik, itu bukan jawaban yang sebenarnya.
2- Allah Ta’ala melarang kita membunuh diri dan menjatuhkan diri dalam kebinasaan ketika berfirman:
Cukuplah Allah mengharamkan sesuatu yang buruk atau berbahaya, sehingga bisa dimasukkan kedalamnya semua makanan atau minuman yang buruk dan berbahaya, sehingga ulama sepakat haramnya ganja dan semacamnya karena termasuk narkoba yang berbahaya.
Begitu juga termasuk rokok karena keburukan dan bahayanya, seandainya kita bertanya kepada seseorang tentang rokok : apakah bagus atau tidak ? maka dia akan menjawab bahwa rokok tidak bagus kecuali kalau berdasarkan hawa nafsu mereka menganggapnya baik, bermanfaat, kalau tidak merokok tidak bisa beraktifitas dengan baik, itu bukan jawaban yang sebenarnya.
2- Allah Ta’ala melarang kita membunuh diri dan menjatuhkan diri dalam kebinasaan ketika berfirman:
*قوله تعالى (ولا تلقوا بأيديكم الى التهلكة )
195. Dan belanjakanlah (harta bendamu) di
jalan Allah, dan janganlah kamu menjatuhkan dirimu sendiri ke dalam
kebinasaan, dan berbuat baiklah, karena Sesungguhnya Allah menyukai
orang-orang yang berbuat baik.
[ Al-Baqarah: 195]
[ Al-Baqarah: 195]
وقوله جل ثناؤه : (ولا تقتلوا أنفسكم )
29. dan janganlah kamu membunuh dirimu[287]; Sesungguhnya Allah adalah Maha Penyayang kepadamu.
[ An-Nisa: 29]
[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.
dan mereka yang mengkonsumsi racun atau sesuatu yang membahayakan dirinya dan kesehatannya, tidak ragu lagi dia melemparkan dirinya dalam kebinasaan, dan rokok termasuk hal yang membinasakan karena bahaya yang telah disebutkan atas.
3- Allah melarang kita mengkonsumsi sesuatu yang melemahkan badan dan akal sebagaimana sabda Nabi shallawahu 'alaihi wasallam :
[ An-Nisa: 29]
[287] Larangan membunuh diri sendiri mencakup juga larangan membunuh orang lain, sebab membunuh orang lain berarti membunuh diri sendiri, karena umat merupakan suatu kesatuan.
dan mereka yang mengkonsumsi racun atau sesuatu yang membahayakan dirinya dan kesehatannya, tidak ragu lagi dia melemparkan dirinya dalam kebinasaan, dan rokok termasuk hal yang membinasakan karena bahaya yang telah disebutkan atas.
3- Allah melarang kita mengkonsumsi sesuatu yang melemahkan badan dan akal sebagaimana sabda Nabi shallawahu 'alaihi wasallam :
* أن النبيّ صلّى الله عليه وسلم نهى عن كل مسكر ومفتر ".
Merokok meskipun tidak memabukkan, tapi
dapat melemahkan badan, karena kita dapati orang yang kecanduan lalu
tidak mendapatkannya maka dia merasa pusing dan loyo badan dan
pikirannya.
4- Bahwasanya manusia ketika menghisapnya nampak dalam gambaran yang buruk seperti setan yang membawa api di tangannya padahal Allah telah memuliakan anak adam dalam bentuk yang baik.
5-Allah Ta'alaa telah memerintahkan kepada kita untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, sedangkan perokok justru merusakkannya, benarlah ketika mereka berkata : " rokok adalah siwaknya iblis"
6- mereka yang membolehkan rokok mengatakan: seandainya rokok diharamkan tentunya akan mengakibatkan banyak pengangguran baru karena tutupnya pabrik rokok, berarti berkurangnya pendapatan.
Ini adalah keliru, karena ketika rokok haram maka bekerja di pabrik rokok tentunya tidak diperbolehkan, demikian juga kita hendaknya percaya bahwa rizki di tangan Allah, apabila manusia berusaha mencari yang halal tentu akan dimudahkan rizkinya, tergantung keyakinan kita.
Adapun haramnya rokok mengurangi pendapatan, maka berapa biaya yang dikeluarkan akibat bahaya rokok ? jauh lebih besar. Dan berapa yang dikeluarkan untuk membeli rokok jika dibandingkan dengan jutaan orang yang mati kelaparan ? Hanya Allah yang Tahu.
Kesimpulan : rokok hukumnya haram karena bertentangan dengan kaidah syariah yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang lima maqashidu syariah yaitu menjaga agama, keturunan, akal, harta , dan jiwa.
Dan kesimpulan ini dikuatkan dengan fatwa-fatwa para ulama yang sholih, termasuk fatwa yang terakhir dikeluarkan oleh MUI. Semoga Allah melepaskan kita dari jeratan bahaya rokok.
Adapun pertanyaan kedua : yaitu hukum berjualan rokok, maka karena hukum rokok adalah haram, berjualan pun juga haram hasilnya, karena ketika Allah mengharamkan sesuatu Ia juga mengharamkan uang hasilnya.
4- Bahwasanya manusia ketika menghisapnya nampak dalam gambaran yang buruk seperti setan yang membawa api di tangannya padahal Allah telah memuliakan anak adam dalam bentuk yang baik.
5-Allah Ta'alaa telah memerintahkan kepada kita untuk menjaga kebersihan gigi dan mulut, sedangkan perokok justru merusakkannya, benarlah ketika mereka berkata : " rokok adalah siwaknya iblis"
6- mereka yang membolehkan rokok mengatakan: seandainya rokok diharamkan tentunya akan mengakibatkan banyak pengangguran baru karena tutupnya pabrik rokok, berarti berkurangnya pendapatan.
Ini adalah keliru, karena ketika rokok haram maka bekerja di pabrik rokok tentunya tidak diperbolehkan, demikian juga kita hendaknya percaya bahwa rizki di tangan Allah, apabila manusia berusaha mencari yang halal tentu akan dimudahkan rizkinya, tergantung keyakinan kita.
Adapun haramnya rokok mengurangi pendapatan, maka berapa biaya yang dikeluarkan akibat bahaya rokok ? jauh lebih besar. Dan berapa yang dikeluarkan untuk membeli rokok jika dibandingkan dengan jutaan orang yang mati kelaparan ? Hanya Allah yang Tahu.
Kesimpulan : rokok hukumnya haram karena bertentangan dengan kaidah syariah yang ditetapkan untuk mencapai tujuan yang lima maqashidu syariah yaitu menjaga agama, keturunan, akal, harta , dan jiwa.
Dan kesimpulan ini dikuatkan dengan fatwa-fatwa para ulama yang sholih, termasuk fatwa yang terakhir dikeluarkan oleh MUI. Semoga Allah melepaskan kita dari jeratan bahaya rokok.
Adapun pertanyaan kedua : yaitu hukum berjualan rokok, maka karena hukum rokok adalah haram, berjualan pun juga haram hasilnya, karena ketika Allah mengharamkan sesuatu Ia juga mengharamkan uang hasilnya.
Sebagaimana sabda Rasulullah shallawahu 'alaihi wasallam :
وَعَنْ جَابِرِ بْنِ عَبْدِ اللَّهِ أَنَّهُ سَمِعَ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : { إنَّ اللَّه حَرَّمَ بَيْعَ الْخَمْرِ وَالْمَيْتَةَ وَالْخِنْزِيرَ وَالْأَصْنَامَ ، فَقِيلَ : يَا رَسُولَ اللَّهِ أَرَأَيْتَ شُحُومَ الْمَيْتَةِ فَإِنَّهُ يُطْلَى بِهَا السُّفُنُ وَيُدْهَنُ بِهَا الْجُلُودُ وَيَسْتَصْبِحُ بِهَا النَّاسُ ؟ فَقَالَ : لَا ، هُوَ حَرَامٌ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ عِنْدَ ذَلِكَ : قَاتَلَ اللَّهُ الْيَهُودَ إنَّ اللَّهَ لَمَّا حَرَّمَ شُحُومَهَا جَمَلُوهُ ، ثُمَّ بَاعُوهُ فَأَكَلُوا ثَمَنَهُ } .
رَوَاهُ الْبُخَارِيُّ ، وَأَبُو دَاوُد ، وَالنَّسَائِيُّ ، وَابْنُ مَاجَهْ .وَأَصْلُهُ مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ .
Dari Jabir bin Abdullah bahwa dia mendengar
Nabi shallawahu 'alaihi wasallam bersabda : { sesungguhnya Allah
mengharamkan menjual minuman keras , bangkai, babi, dan patung, lalu
dikatakan kepada beliau : Ya Rasulullah bagaimana dengan lemak bangkai
maka itu bermanfaat untuk menambal kapal dan meminyaki kulit dan untuk
penerangan ? maka beliau berkata : tidak, itu haram kemudian Rasulullah
shallawahu 'alaihi wasallam bersabda : Allah melaknat orang-orang yahudi
ketika Allah mengharamkan lemak bangkai, mereka mencairkannya kemudian
menjualnya dan mereka makan uangnya }. HR Imam Bukhari, Abu Dawud,
Nasa'ie, dan Ibnu Majah.
Wallahu 'alam bishowab.
Wallahu 'alam bishowab.
Rabu, 05 Juni 2013
Indonesia Kini Jadi Acuan Harga Kakao
TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Selama ini para pedagang
kakao Indonesia hanya menggunakan acuan harga di ICE bursa New York dan
LIFFE bursa London, padahal mereka bukan negara penghasil kakao.
Produsen terbesar kakao dunia adalah Pantai Gading (Afrika), kedua Ghana
(Afrika) dan ketiga Indonesia.
Indonesia menjadi produsen kakao pertama di dunia yang memiliki
Perdagangan Kakao di Bursa Berjangka Jakarta. Sebagai produsen tentunya
para petani berharap harga kakao bisa pulih kembali setelah terjun bebas
sebanyak 40 persen dibanding April 2011.
Sejak kontrak berjangka kakao (kakao futures) di perdagangkan di
Bursa Berjangka Jakarta (Jakarta Futures Exchange) pada 15 Desember
lalu, harga kakao dunia di bursa New York (New York Board of Trade –
ICE) telah mengalami kenaikkan harga sebanyak 25 persen dari level
terendah 2.000 dolar AS/ ton ke 2.500 dolar AS pada bulan Februari 2012.
Sejak bulan Maret hingga May harga kakao kembali terkoreksi dan masih
bertahan diatas 2.300 dolar AS/ ton.
Renji Betari, Analis Perdagangan IPASAR Pasar Fisik Komoditas
mengatakan, kontrak berjangka kakao di Jakarta Futures Exchange
diciptakan untuk memberikan harga yang wajar serta volatilitas minimum
dengan batas perubahan harga harian sebesar Rp 1000 ke atas/ ke bawah
sehingga para pedagang kakao dapat membuka kontrak jual/ beli dengan
resiko yang kecil dibanding bursa luar
"Penguatan harga ini disebabkan posisi Indonesia sebagai produsen
kakao terbesar ketiga di dunia kini telah memiliki pasar/ bursa sendiri
sehingga pedagang lokal tidak perlu lagi hanya mengacu pada harga di
bursa New York atau London, dimana mereka bukan negara penghasil kakao,
melainkan konsumen dan pengolah biji kakao," ujar Renji dalam rilis
persnya, Minggu (13/5/2012).
Menurut para petani dan pengolah lahan yang berasal dari Palu,
Mamuju, Ambon, Lampung dan Sumatera Utara, harga kakao yang wajar agar
dapat mengimbangi biaya produksi adalah 2.500 - 2.800 dolar AS/ ton atau
sekitar Rp 23.000 hingga Rp 25.000 per kilogram.
Selasa, 28 Mei 2013
Masakan Gayo Yang Tak Terlupakan
Bentuk dan jenis kuliner dari setiap daerah pasti memiliki rasa dan
aroma berbeda. Begitu pula dengan cara pembuatan dan waktu yang
dibutuhkan untuk memasaknya. Semuanya sangat tergantung kepada banyak
dan jenis bumbu yang harus disiapkan. Salah satu kuliner nusantara yang
belum begitu terkenal, tetapi sangat mudah membuatnya adalah mujahir masam jing, menu khas masyarakat Gayo Aceh Tengah.
Bagaimana rasa kuliner mujahir masam jing itu? Rasanya mirip dengan menu
asam padeh dalam masakan minang, tetapi kuah mujahir masam jing lebih
cair. Mungkin juga sama dengan masakan Tom Yam dari Pattani. Pastinya,
cara membuatnya sangat praktis dan cepat. Rempah-rempah yang dibutuhkan
sebagai bumbunya tidak terlalu banyak.
Bumbu yang dibutuhkan untuk menyajikan kuliner mujahir masam jing
yang maknyus, cukup sediakan tomat satu buah, cabe merah tiga buah,
kunyit setengah buah, bawang merah dua ulas, bawang putih satu ulas.
Untuk tomat cukup diiris-iris, sedangkan bumbu yang lain semuanya
digiling.
Sebelumnya, ikan mujahir yang telah dibersihkan sisik, sirip dan isi
perutnya, diberi air jeruk nipis 2 buah ditambah garam secukupnya. Ikan
mujair yang sudah diberi asam ini, biarkan selama tiga menit sampai asam
dan garam masuk dalam pori-pori ikan mujahir.
Setelah tiga menit, masukkan tomat iris ditambah bumbu yang sudah
digiling. Aduk bumbu itu sampai merata. Kemudian, biarkan bumbu itu
meresap kedalam pori-pori ikan mujahir tersebut sekitar tiga menit, lalu
masukkan air secukupnya. Untuk menimbulkan aroma yang dapat merangsang
selera, masukkan daun kemangi secukupnya.
Kemudian, rebus menu istimewa mujahir masam jing tadi sampai mendidih. Waktu yang dibutuhkan kurang lebih sekitar 10 menit. Setelah mendidih, pindahkan menu mujahir masam jing tersebut ke dalam cambung bersama kuahnya. Cium aromanya, harumnya daun kemangi dapat merangsang selera makan.
Untuk melengkapi menu istimewa ini, rebus pucuk labu siam secukupnya.
Kemudian siapkan sambal dari terong belanda ditambah dua buah cabe
rawit. Giling sambal ini sampai halus. Sambal terong belanda itu rasanya
asam-asam pedas (nano-nano) yang nantinya dicolek dengan sayur pucuk
labu siam rebus.
Inilah menu kuliner khas masyarakat Gayo yang bergizi, praktis, cepat,
sederhana, dan murah meriah. Hal yang paling istimewa, menu kuliner ini
tidak menggunakan minyak goreng dan santan sehingga dapat diyakini cukup
sehat dan bebas kolesterol. Jangan terkejut, kalau kompasianer dijamu
makan di Tanoh Gayo Aceh Tengah, biasanya menu yang disajikan adalah
mujahir masam jing yang maknyus.
Menu kuliner mujahir masam jing ini sangat cocok untuk mereka yang sibuk, terutama para eksekutif muda yang baru berumah tangga. Selamat mencoba!
Selasa, 21 Mei 2013
Commitment Buyer for Sourcing Cocoa Certified on 2020
The following is a commitment some buyer (Cocoa use in Eropa and USA) for Cocoa Certified.
Unilever, have a commitment to sourcing cocoa bean certified 100% in 2020. In this moment (2012) Unilever have use Cocoa certified for all product in 43% and in special brand Ice Cream Magnum they have use 64% cocoa certified. In 2015 they have commitment to use 100% cocoa sustainability for special brand ice cream Magnum. Rainforest Alliance (RA) certified is dominant product from Unilever in this moment. More information please see in www.unilever.com.
Mars is top leader cocoa use in the world 21% version www.vibiznews.com on November 2012 . Some brand of product Mars dominant of distribution in Eropa and USA, for Indonesian they not yet familiar because in Indonesia they just for cocoa sourcing and cocoa processing before export. The following is commitment Mars to Cocoa Certified, for more information can be access in www.mars.com.
Certification gives some insight into conditions in our supply chain, but more importantly it is currently the best tool the cocoa industry has to provide farmers worldwide with consistent and continued support. Our cocoa certification practices aim to go beyond existing activities by introducing productivity measures that will ensure certification directly increases growers’ incomes.
We were the first global chocolate company to commit to sourcing only certified cocoa, and we will do so by 2020. We intend to buy a minimum of 100,000 tonnes of certified cocoa annually from both Rainforest Alliance certifiedTM and UTZ certified supplies.
As a result of our work to encourage greater levels of certification throughout the global cocoa industry, the first UTZ-certified cocoa from Indonesia was produced in August 2010. We continue to develop new cocoa-growing regions in Asia, and in March 2011 we purchased our first UTZ- certified cocoa from Vietnam.
In September 2011, we announced our partnership with a third certification partner, Fairtrade International. From June 2012, all MALTESERS® in the UK and Ireland carry the Fairtrade logo. MALTESERS® is the third biggest confectionery brand in the UK, and the move will increase total UK sales of chocolate made from Fairtrade-certified cocoa by 10 percent. We are seeking opportunities to scale up our use of Fairtrade certification in the longer term to help us accomplish our 2020 target.
We remain on track to meet our target of 100 percent certification by 2020: 10 percent of the cocoa we purchased in 2011 was from certified sources compared with 5 percent in 2010. In 2012, we expect to exceed our 20 percent goal and become the world’s largest user of certified cocoa at almost 90,000 tonnes.
In recognition of our efforts, the Rainforest Alliance named Mars one of seven Sustainability Standard Setters at its 2011 Annual Gala.
Nestle have many brand in the world, in Indonesia Nestle top leader for many consumer good's. In the world Nestle have 18% use cocoa. In Indonesia they have special program for farmers development namely is Nestle Cocoa Plan and part of global commitment Nestle for Cocoa development in the world.
We were the first global chocolate company to commit to sourcing only certified cocoa, and we will do so by 2020. We intend to buy a minimum of 100,000 tonnes of certified cocoa annually from both Rainforest Alliance certifiedTM and UTZ certified supplies.
As a result of our work to encourage greater levels of certification throughout the global cocoa industry, the first UTZ-certified cocoa from Indonesia was produced in August 2010. We continue to develop new cocoa-growing regions in Asia, and in March 2011 we purchased our first UTZ- certified cocoa from Vietnam.
In September 2011, we announced our partnership with a third certification partner, Fairtrade International. From June 2012, all MALTESERS® in the UK and Ireland carry the Fairtrade logo. MALTESERS® is the third biggest confectionery brand in the UK, and the move will increase total UK sales of chocolate made from Fairtrade-certified cocoa by 10 percent. We are seeking opportunities to scale up our use of Fairtrade certification in the longer term to help us accomplish our 2020 target.
We remain on track to meet our target of 100 percent certification by 2020: 10 percent of the cocoa we purchased in 2011 was from certified sources compared with 5 percent in 2010. In 2012, we expect to exceed our 20 percent goal and become the world’s largest user of certified cocoa at almost 90,000 tonnes.
In recognition of our efforts, the Rainforest Alliance named Mars one of seven Sustainability Standard Setters at its 2011 Annual Gala.
Nestle have many brand in the world, in Indonesia Nestle top leader for many consumer good's. In the world Nestle have 18% use cocoa. In Indonesia they have special program for farmers development namely is Nestle Cocoa Plan and part of global commitment Nestle for Cocoa development in the world.
In 2020 they have strong commitment to sourcing 100% Cocoa bean of international certified. Below is news about Nestle commitment for cocoa bean certified. More information please see in www.nestlecocoaplan.com.
Socially conscious Nestlé® Crunch® lovers can soon enjoy their favorite chocolate bar even more. At the National Confectioners Association’s Sweets & Snacks Expo in Chicago today, Nestlé USA announced that it will source 100% certified, Nestlé Cocoa Plan cocoa beans for the entire line of Nestlé Crunch bars. The Nestlé Cocoa Plan is the company’s global initiative to help improve the lives of cocoa farmers and the quality of their products while also assuring a sustainable cocoa supply for years to come.
By the end of 2013, Nestlé USA will purchase enough certified Nestlé Cocoa Plan beans to produce the entire line of everyday Nestlé Crunch bars, the company’s 75-year-old flagship confections brand. The beans will be certified by UTZ Certified, an independent organization focused on developing sustainable farming and better opportunities for farmers and their families.
The distinction will be showcased on the bars' packaging later this summer by featuring the seal of the Nestlé Cocoa Plan, along with expanded messaging on the back panel. Nestlé says there will be no increase in price to retailers and no change to the candy bar’s flavor.
“Recent surveys have shown that a growing number of consumers are seeking foods made with responsibly sourced ingredients,” said Robert Kilmer, President of Confections & Snacks for Nestlé USA. “Actions taken under the Nestlé Cocoa Plan help socially aware consumers feel good about benefitting people and communities in other parts of the world.”
Nestlé USA also announced today a commitment to increase the quantity of Nestlé Cocoa Plan beans purchased each year for its U.S. confections brands. The company’s ultimate goal is to produce its entire confectionery line with Nestlé Cocoa Plan cocoa.
At current growth rates, the supply of cocoa will not be able to keep up with increased global demand. Worldwide cocoa consumption is increasing each year and cocoa farmers are struggling to produce more cocoa from the same land. The Nestlé Cocoa Plan, first launched globally in 2009, is a $120-million effort to help improve cocoa sustainability and the livelihoods of cocoa farmers through a number of innovative social and economic programs. This includes providing education and training to thousands of farmers and their families; distributing millions of higher-yielding plants; improving infrastructure in farming communities, building or refurbishing schools, and eliminating the use of child labor in the cocoa supply chain.
In addition to the U.S., the Nestlé Cocoa Plan has been adopted in several other major Nestlé markets including the UK, Canada, Australia, New Zealand and Ecuador.
This is the latest in a string of initiatives that Nestlé has undertaken in the interest of increasing the sustainability of its operations and supply chain — in March, the company published 30 social and environmental goals focused on countering the global nutrition crisis and environmental decline, to be achieved by or before 2020; and in an interview with Sustainable Brands last month, Anne Roulin, Nestlé’s Head of Sustainability for Research and Development, described how the company is reevaluating everything from its energy portfolio to the impact of water scarcity on its suppliers across the globe.
Socially conscious Nestlé® Crunch® lovers can soon enjoy their favorite chocolate bar even more. At the National Confectioners Association’s Sweets & Snacks Expo in Chicago today, Nestlé USA announced that it will source 100% certified, Nestlé Cocoa Plan cocoa beans for the entire line of Nestlé Crunch bars. The Nestlé Cocoa Plan is the company’s global initiative to help improve the lives of cocoa farmers and the quality of their products while also assuring a sustainable cocoa supply for years to come.
By the end of 2013, Nestlé USA will purchase enough certified Nestlé Cocoa Plan beans to produce the entire line of everyday Nestlé Crunch bars, the company’s 75-year-old flagship confections brand. The beans will be certified by UTZ Certified, an independent organization focused on developing sustainable farming and better opportunities for farmers and their families.
The distinction will be showcased on the bars' packaging later this summer by featuring the seal of the Nestlé Cocoa Plan, along with expanded messaging on the back panel. Nestlé says there will be no increase in price to retailers and no change to the candy bar’s flavor.
“Recent surveys have shown that a growing number of consumers are seeking foods made with responsibly sourced ingredients,” said Robert Kilmer, President of Confections & Snacks for Nestlé USA. “Actions taken under the Nestlé Cocoa Plan help socially aware consumers feel good about benefitting people and communities in other parts of the world.”
Nestlé USA also announced today a commitment to increase the quantity of Nestlé Cocoa Plan beans purchased each year for its U.S. confections brands. The company’s ultimate goal is to produce its entire confectionery line with Nestlé Cocoa Plan cocoa.
At current growth rates, the supply of cocoa will not be able to keep up with increased global demand. Worldwide cocoa consumption is increasing each year and cocoa farmers are struggling to produce more cocoa from the same land. The Nestlé Cocoa Plan, first launched globally in 2009, is a $120-million effort to help improve cocoa sustainability and the livelihoods of cocoa farmers through a number of innovative social and economic programs. This includes providing education and training to thousands of farmers and their families; distributing millions of higher-yielding plants; improving infrastructure in farming communities, building or refurbishing schools, and eliminating the use of child labor in the cocoa supply chain.
In addition to the U.S., the Nestlé Cocoa Plan has been adopted in several other major Nestlé markets including the UK, Canada, Australia, New Zealand and Ecuador.
This is the latest in a string of initiatives that Nestlé has undertaken in the interest of increasing the sustainability of its operations and supply chain — in March, the company published 30 social and environmental goals focused on countering the global nutrition crisis and environmental decline, to be achieved by or before 2020; and in an interview with Sustainable Brands last month, Anne Roulin, Nestlé’s Head of Sustainability for Research and Development, described how the company is reevaluating everything from its energy portfolio to the impact of water scarcity on its suppliers across the globe.
Hershey to Source 100% Certified Cocoa by 2020
- 2020 Commitment Complements Established Hershey Programs to Reduce Child Labor and Improve Cocoa Communities in West Africa
Certified cocoa will be verified through independent auditors to assure that it is grown in line with the highest internationally recognized standards for labor, environmental and better farming practices. As Hershey increases its use of certified cocoa, the company will also continue to support community-based programs with local African partners, national governments and development agencies. These projects include village school construction, mobile phone farmer messaging, literacy and health programs and training in modern farming techniques.
Currently, certified cocoa accounts for less than five percent of the world’s cocoa supply. As the largest chocolate manufacturer in North America, Hershey believes its 2020 purchasing commitment should significantly expand the global supply of certified cocoa, particularly from West Africa, which produces about 70 percent of the world’s cocoa.
“Consistent with Hershey’s values, we are directly addressing the economic and social issues that impact West Africa’s two million cocoa farmers and families,” said J.P. Bilbrey, president and chief executive officer, The Hershey Company. “Expanding the use of certified cocoa across our iconic chocolate brands while working with public and private partners, demonstrates Hershey’s responsible sourcing practices. I am confident that we can make a substantial difference in West Africa by 2020.”
As announced earlier this year, Hershey’s Bliss chocolates will be Rainforest Alliance certified and available to consumers by year end. Hershey’s Dagoba organic chocolate is currently 100 percent Rainforest Alliance certified. Hershey also said today that its Scharffen Berger brand will source 100 percent certified cocoa by the end of 2013.
Hershey has set a community programming target to reach more than two million West Africans in cocoa villages through its public/private partnerships and programs, including:
- The U.S. Department of Labor’s Framework of Action to eliminate the worst forms of child labor in the cocoa industry in Ghana and Cote d'Ivoire.
- United Nations International Labor Organization
- World Cocoa Foundation projects, including Cocoa Livelihoods Program with the Bill and Melinda Gates Foundation and other companies
- United States Agency for International Development
- Development of the world’s first mobile phone network – CocoaLink – for cocoa farmers in West Africa. The program is already successfully operating in Ghana and Hershey will launch CocoaLink in Ivory Coast in 2013.
- The HERSHEY LEARN TO GROW farmer and family development center is assisting 25 community-based farmer organizations in central Ghana.
Barry Callebaut to be honored with prestigious “Sustainable Standard-Setter” award
New York/U.S., Zurich/Switzerland – May 15, 2013 – Barry Callebaut, the world’s leading manufacturer of high-quality cocoa and chocolate products, is to be honored for its collective sustainability efforts over the past years with the prestigious “Sustainable Standard-Setter” award at the Rainforest Alliance 2013 Annual Gala on Wednesday, May 15, 2013 to be held at New York’s American Museum of Natural History.
The esteemed event recognizes exceptional achievements made by companies in key areas of sustainability and is founded on the principle of “building a world where people and the environment prosper together.”
The company’s Chief Executive Officer, Juergen B. Steinemann, stated “we are honored to receive such a prestigious award from an organization that shares many of the same values as Barry Callebaut. Our ongoing collaboration with the Rainforest Alliance allows us to continue to encourage cocoa-farming practices that are sustainable over the long term.”
Steven Retzlaff, President of Global Sourcing & Cocoa, echoed these sentiments, noting “Contributing to a sustainable cocoa supply chain and proactively engaging in cocoa farming communities is fundamental to our company. We applaud the efforts of farmer groups who commit to sustainable agricultural practices and succeed in achieving the criteria to be Rainforest Alliance Certified™.”
“We are proud to honor Barry Callebaut at our 2013 Gala Awards Dinner, recognizing the company’s outstanding efforts promoting sustainability,” said Tensie Whelan, president of the Rainforest Alliance. “Through supporting the Rainforest Alliance’s approach to sustainable production, Barry Callebaut is having a demonstrable impact on the ground, helping to improve the lives and livelihoods of cocoa farming communities.”
Barry Callebaut’s commitment to sustainably grown cocoa
Last year, Barry Callebaut accelerated its efforts with the initiation of the largest sustainability initiative, “Cocoa Horizons”. “Cocoa Horizons” is a USD 42 million cocoa sustainability initiative, which was launched as part of the company’s decision to make Sustainable Cocoa one of the four pillars of its corporate strategy. The initiative’s key goals are to further boost farm productivity, increase quality and improve family livelihoods in key cocoa producing countries over the next 10 years. Under its “Cocoa Horizons” initiative, Barry Callebaut has implemented a number of innovative programs, as for example a recent cocoa farmer training program in joint initiative with the Rainforest Alliance to help protect the Taï National Park in southwest Côte d'Ivoire.
One of Barry Callebaut’s landmark sustainability projects is the Quality Partner Program (QPP) through which the key goals of “Cocoa Horizons” are implemented on the ground in direct collaboration with cocoa farming cooperatives, agricultural associations and government institutions. The program, which was founded in 2005, helps to train and support cocoa farmers to increase yields and quality and improve their livelihoods through higher income and improved access to education and basic health care. Over 30,000 cocoa farmers have benefited from the Quality Partner Program. Barry Callebaut also offers agricultural training and support to cooperatives in the Quality Partner Program who are interested in becoming Rainforest Alliance Certified. For more information about QPP can be found here.
Along with promoting Rainforest Alliance certification, Barry Callebaut actively participates in industry initiatives and programs, including the World Cocoa Foundation (WCF), the Cocoa Livelihoods Program (CLP) and the African Cocoa Initiative (ACI). The company is also a board member of the International Cocoa Initiative (ICI), a foundation established under the Cocoa Industry Protocol (Harkin-Engel Protocol).
Seven other organizations – AMResorts, IndoTeak Design, Kapawi Ecolodge & Reserve, Kingfisher plc, NESCAFÉ, Olam International Ltd. and Tata Global Beverages – along with Barry Callebaut are this year’s Rainforest Alliance “Sustainable Standard-Setter” award recipients. More information about the Rainforest Alliance Annual Gala event can be found here.
More information about Barry Callebaut please see in www.barry-callebaut.com
Langganan:
Postingan (Atom)












